BREAKING

Kutai Timur

KNPI Kutim Dorong Peran Pemuda dalam Inovasi Ekonomi Hijau untuk Ketahanan Pangan

Loading

Sangatta– Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kutai Timur menggelar Dialog Publik bertajuk Inovasi Ekonomi Hijau untuk Ketahanan Pangan yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing, Kamis (18/12/2025),

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemuda, mahasiswa, petani milenial, serta pemangku kepentingan untuk merumuskan gagasan dan kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan di Kutai Timur.

Ketua DPD KNPI Kutai Timur, Avivurahman dalam sambutannya mengajak seluruh pemuda untuk aktif berkreativitas dan berkarya demi masa depan daerah.

Ia melaporkan bahwa KNPI Kecamatan Sangkulirang telah resmi terbentuk, disusul dengan penguatan Komite Tani Muda sebagai langkah strategis transformasi pemuda di sektor pertanian.

“Ini adalah langkah strategis bagaimana transformasi pemuda hari ini menjadi harapan masa depan pembangunan, khususnya di sektor pertanian. Tujuan utama kita adalah mendukung dan menyukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur ke depan,” ujar Avivurahman.

Ia berharap dialog publik ini mampu melahirkan kebijakan dan gagasan yang berpihak kepada rakyat dan kepentingan pemuda, serta memperkuat peran generasi muda sebagai motor pembangunan daerah.

Sementara itu, Diah Ratnaningrum dari Dinas Pertanian Kutai Timur, yang mewakili Bupati Kutai Timur membuka kegiatan secara resmi, memaparkan kondisi pertanian daerah yang saat ini menghadapi tantangan regenerasi petani.

“Sebanyak 63,76 persen petani kita berusia di atas 45 tahun. Ini menjadi tantangan serius, sehingga kehadiran petani muda dan petani milenial sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan sektor pertanian Kutai Timur,” jelasnya.

Ia menyebutkan, meski luas lahan sawah Kutai Timur hanya sekitar 2.600 hektare—jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain

namun produktivitas padi mampu mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Hal ini menunjukkan potensi besar pertanian daerah jika dikelola secara modern dan berkelanjutan.

Diah juga mengungkapkan bahwa perluasan areal sawah menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Pada tahun 2025, Kutai Timur menargetkan pencetakan sawah seluas sekitar 850 hektare, dengan total kontrak mencapai lebih dari 1.900 hektare melalui kerja sama lintas sektor.

Selain itu, peluang besar terbuka melalui dukungan APBN Kementerian Pertanian, yang mengalokasikan anggaran hingga Rp20 triliun pada 2025 dan Rp44 triliun pada 2026, khususnya untuk alat dan mesin pertanian modern.

“Pertanian Kutai Timur sudah bergerak ke arah pertanian modern, bukan lagi konvensional. Inilah peluang besar bagi pemuda untuk terlibat langsung dan menjadikan pertanian sebagai sektor yang menjanjikan,” tambahnya.

Dialog publik ini turut dihadiri perwakilan DPRD, unsur TNI-Polri, perwakilan perusahaan, Dinas Perikanan, petani milenial, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kutai Timur.

Melalui kegiatan ini, KNPI Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi ekonomi hijau dan memperkuat ketahanan pangan berbasis peran aktif pemuda, sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi daerah di masa depan.(*mar)

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts