![]()

Sangatta, Kontemporer.id – Jaringan pembangunan daerah bergerak dinamis! Anggota DPRD Kutai Timur dari Daerah Pemilihan 5, Shabaruddin, kembali turun langsung ke masyarakat. Mengawali agenda reses Masa Sidang I Tahun 2025-2026 yang berlangsung dari 28 November hingga 2 Desember 2025, Desa Pengadan di Kecamatan Karangan menjadi titik awal yang disambut antusias warga.
Sekretaris Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) ini menggelar pertemuan umum yang membludak. Kehadiran tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, hingga kelompok tani menciptakan diskusi yang hidup dan produktif. Warga bersemangat menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, hingga peningkatan fasilitas pendidikan.
Dalam sesi aspirasi, sektor pertanian menjadi fokus utama. Masyarakat Desa Pengadan menyoroti pentingnya pengembangan pencetakan sawah sebagai upaya strategis untuk memperluas lahan pertanian yang produktif. Tidak hanya itu, usulan yang menarik juga muncul terkait peningkatan ekonomi keluarga.
“Kami mengusulkan program ternak ayam pedaging dan petelur karena kami yakin ini mampu meningkatkan perekonomian keluarga, mengingat potensi pertanian di desa kami sangat besar,” ungkap salah seorang warga yang hadir, menegaskan perlunya diversifikasi usaha.
Selain kebutuhan pangan, pembangunan infrastruktur dasar juga mendesak. Warga mengeluhkan kebutuhan pembangunan drainase di beberapa titik permukiman yang kerap tergenang air saat musim hujan.
Di bidang pendidikan, aspirasi warga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masa depan generasi muda. Pembahasan utama mencakup peningkatan fasilitas seperti penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) serta semenisasi halaman sekolah di tingkat SD dan SMP setempat. Tujuannya adalah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Menanggapi berbagai masukan yang beragam dan penting tersebut, H. Shabaruddin menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan.
“Saya tegaskan bahwa aspirasi masyarakat ini merupakan bagian penting dan fundamental dalam penyusunan program pembangunan daerah. Saya pastikan akan mengawal seluruh aspirasi warga Pengadan dalam pembahasan di DPRD agar dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya, menjanjikan tindak lanjut yang konkret di tingkat legislatif.
Shabaruddin juga menambahkan bahwa potensi pertanian Desa Pengadan harus terus diperkuat dan dijadikan pilar ekonomi lokal. Kegiatan reses yang juga melibatkan dua desa lain di Kecamatan Sandaran ini ditutup dengan harapan besar agar komunikasi dan sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin untuk mendorong percepatan pembangunan di Desa Pengadan.(ADV)









