![]()

Sangatta, Kontemporer.id — Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, melaksanakan agenda reses di Daerah Pemilihan 1 Sangatta Utara, tepatnya di RT 40 Bukit Pelangi. Acara serap aspirasi yang digelar di rumah Ketua RT 40, Mulyadi, ini dihadiri sekitar seratus warga yang antusias mengikuti dialog dan menyampaikan usulan pembangunan untuk wilayah mereka.
Jimmi tampil santai mengenakan batik coklat dan kopiah khasnya. Suasana dialog berlangsung akrab dan sesekali diselingi canda, yang bertujuan agar warga tetap nyaman dalam sesi silaturahmi dan penyampaian aspirasi. Selama kurang lebih satu jam, berbagai keluhan dan kebutuhan warga disampaikan.
Usulan warga yang menjadi sorotan utama meliputi pemasangan lampu jalan di sejumlah gang, ketersediaan air bersih, semenisasi jalan, hingga usulan pembangunan pasar dan puskesmas. Warga juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas masjid, bantuan beasiswa, pengelolaan sampah, serta perbaikan drainase jalan.
Menanggapi masukan tersebut, Jimmi mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.
“Memang masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Semua aspirasi ini akan kami komunikasikan dengan pemerintah untuk ditindaklanjuti,” ujar Jimmi seusai acara.
Ia menambahkan bahwa penerangan jalan di gang-gang dapat menggunakan dana RT sebagai fasilitas umum. Sementara perbaikan drainase dan gang dijadwalkan masuk program pembangunan pada tahun depan.
Selain fokus pada infrastruktur, Jimmi juga secara khusus mendorong warga Bukit Pelangi untuk mulai mengembangkan usaha produktif seperti budidaya ikan air tawar dan peternakan ayam. Ia menyebut kebutuhan ikan di Sangatta cukup tinggi, sementara pasokan masih banyak didatangkan dari luar daerah.
“Ini peluang besar. Silakan bentuk kelompok dan ajukan proposal, nanti bisa kami bantu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) saya sebagai Ketua DPRD,” tegasnya, memberikan angin segar bagi pengembangan ekonomi lokal.
Terkait masalah sampah, Jimmi mengajak masyarakat mulai melakukan pemilahan sejak dari rumah agar sampah tidak menumpuk dan dapat bernilai ekonomi. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Acara ditutup sekitar pukul 23.00 Wita dengan foto bersama serta santap malam. Jimmi juga meminta stafnya mencatat seluruh usulan warga untuk dijadikan dokumen resmi yang akan diusulkan kepada pemerintah daerah, memastikan setiap aspirasi warga RT 40 Bukit Pelangi diperjuangkan di tingkat legislatif.(ADV)









