![]()

SANGATTA, Kontemporer.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan optimisme tinggi terkait rencana pembukaan lahan pertanian baru di wilayahnya. Keyakinan tersebut disampaikan oleh Novel Tyty Paembonan, anggota Komisi C DPRD Kutim, usai melakukan pembahasan intensif dengan pemerintah daerah mengenai kelayakan dan persiapan program strategis ini.
Menurut dr. Novel, optimisme ini muncul setelah dilakukan evaluasi mendalam yang mempertimbangkan aspek teknis, administratif, serta kesiapan sumber daya manusia.
“Kami sangat optimis. Selama lahan itu memiliki potensi, statusnya jelas, dan petaninya ada, pemerintah pasti akan mempertimbangkan program ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ada prasyarat penting yang menjadi dasar keyakinan ini. Aspek potensi lahan menunjukkan pertimbangan teknis agronomi, sementara status lahan yang jelas memastikan kepastian hukum bagi para petani dan menghindari konflik di kemudian hari. Sedangkan keberadaan petani siap mengelola lahan menjadi indikator kesiapan sumber daya manusia, sehingga program dapat berjalan efektif setelah tahap perencanaan selesai.
Dr. Novel juga menekankan bahwa dukungan politik dari pemerintah pusat menjadi faktor pemicu utama. Ia menyebutkan tiga program strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengelolaan sumber daya air. Dengan demikian, pembukaan lahan pertanian di Kutim bukan hanya agenda pembangunan daerah, tetapi bagian dari upaya nasional untuk mencapai kemandirian negara.
Fokus pada ketahanan pangan menunjukkan tujuan utama program, yakni meningkatkan produksi bahan pangan pokok. Sementara itu, ketahanan energi membuka peluang pemanfaatan hasil pertanian untuk bioenergi, dan perhatian pada sumber daya air menekankan pentingnya irigasi modern sebagai penunjang pertanian. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak lokal tetapi juga berkontribusi pada visi strategis nasional.
Selain meningkatkan produksi pangan, pembukaan lahan pertanian baru di Kutim diharapkan menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Posisi Kutim sebagai wilayah strategis di Kalimantan Timur menjadikannya area potensial untuk mendukung kedaulatan pangan Indonesia.
Penyelarasan visi antara pemerintah daerah dan agenda nasional ini menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan yang terintegrasi. Dengan prasyarat yang jelas dan dukungan politik yang kuat, program pembukaan lahan pertanian baru di Kutim diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud sebagai aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat dan negara.(ADV)









