![]()

Kutai Timur, Kontemporer.id — Anggota DPRD Kutai Timur, Akhmad Sulaeman, meninjau langsung titik akses warga yang putus total di wilayah pesisir Dapil V. Ia menekankan perlunya penanganan cepat agar distribusi hasil kebun, perjalanan sekolah, dan akses layanan kesehatan tidak terganggu, serta mengapresiasi peran perusahaan lokal yang membantu membuka jalur sementara bagi masyarakat.
Sulaeman menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar kegiatan rutin reses, melainkan bentuk komitmen untuk memastikan setiap laporan warga benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan. “Saya perlu turun langsung karena ingin memastikan laporan warga sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya usai meninjau lokasi.
Menurutnya, putusnya akses ini berdampak besar terhadap sosial ekonomi masyarakat. Warga yang sebelumnya dapat bergerak bebas kini harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak selalu aman. Aktivitas transportasi barang menjadi terganggu, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil bumi. Kondisi ini, kata Sulaeman, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus segera ditangani oleh pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait.
Di tengah situasi yang memprihatinkan, Sulaeman menyampaikan ada titik terang. Ia mengapresiasi peran salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Perusahaan tersebut membantu penanganan awal, seperti membuka jalur sementara dan menyiapkan alat berat untuk mobilitas terbatas warga. “Sedikit lega karena peran perusahaan yang cukup baik,” ungkapnya.
Sulaeman berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan dapat terus ditingkatkan, khususnya ketika terjadi situasi darurat. Menurutnya, keberadaan perusahaan di wilayah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui program CSR formal, tetapi juga melalui respons cepat terhadap persoalan yang muncul di lapangan.
Selain meninjau akses terputus, dalam rangkaian reses ini Sulaeman juga menerima berbagai aspirasi tambahan dari masyarakat, mulai dari perbaikan jembatan kecil, peningkatan kualitas jalan lingkungan, hingga penyediaan fasilitas air bersih. Seluruh catatan tersebut akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama pemerintah daerah agar bisa menjadi prioritas pembangunan Kutai Timur.
Langkah-langkah ini, kata Sulaeman, menjadi bagian dari upaya memastikan kesejahteraan warga dan menjaga agar pembangunan daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehari-hari.(ADV)









